REFLEKSI HARI PAHLAWAN

pahlawan

Hari ini kita memperingati Hari Pahlawan yang telah berjuang tanpa pamrih, mengorbankan harta, tenaga bahkan nyawa demi untuk Indonesia merdeka dari penjajahan. Memperingati bukan hanya mengingat akan tetapi paling tidak ada 2 aksi nyata yang bisa kila lakukan

pertama mendoakan semoga perjuangan mereka menjadi amal sholeh yang mengantarkan mereka ke surganya Allah SWT.

Kedua meneruskan perjuangan dan cita-cita pahlawan. Mereka memimpikan Indonesia lepas dari cengkraman penjajah, mereka merindukan agar merah putih bisa berkibar dengan gagah sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia, mereka ingin Indonesia menjadi bangsa besar yang turut andil dalam menegakkan kebenaran dan keadilan.

Saat ini kita tidak lagi dijajah dengan senjata, saat ini kita memang tidak lagi perang frontal menenteng senjata, tetapi sebenarnya kita tengah dihadapkan pada penjajahan model baru yang sangat mengerikan.

Dibidang ekonomi, ekonomi kita banyak dikendalikan oleh bangsa lain, kita banyak berharap dari investor asing, bahkan kita tidak sanggup keluar dari cengkraman Bank Dunia.

Bidang Sosial Budaya, budaya kita kian dikikis, disamarkan. Generasi kita lebih bangga menggunakan bahasa asing, menari tarian yang katanya modern, berprilaku seperti budaya Barat. Padahal kita terjebak pada pengamalan kulit dengan membuang isinya. Kita dijajah dengan tayangan televise 24 jam, kita dijajah dengan kebebasan mengakses internet yang katanya bagian gaya manusia modern.

Dibidang idiologi bangsa, kita dihadapkan pada penjajahan baru berupa penyamaran dan pendangkalan idiologi. Biarkan Pancasila sebagai dasar Negara, biarkan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyannya, akan tetapi nilai-nilai pancasila tidak lagi di indahkan.

Pahlawan mengajarkan keberanian  dan pengorbanan dalam membela kebenaran. Jiwa kepahlawanan, bahkan pahlawan itu sendiri bisa melekat pada siapapun. Siswa yang dengan gigih belajar agar bisa merubah nasib dan taqdirnya sehingga dia bisa berkontribusi untuk keluarga dan masyarakanya adalah pahlawan.

Guru bukan hanya mengajar atau mendidik kemudian dia mendapatkan gaji, tetapi dia benar-benar mengamalkan ilmu yang dimilikinya sehingga bisa memperbaiki siswanya sebagai generasi penerus bangsa, guru semacam itu adalah pahlawan. Pedagang bukan hanya sekedar mencari keuntungan, tetapi dia menginginkan agar keperluar hidup masyarakat dapat terdistribusi secara merata adalah pahlawan.

Kita semua bisa menjadi pahlawan, tanpa harus menjadi pahlawan. Dengan berani berkorban membela kebenaran, dengan bekerja sesuai profesi untuk merubah kehidupan yang lebih baik dengan diringi keikhlasan, insya Allah kita juga tengah berjuang meneruskan cita-cita pahlawan.

“Selamat Hari Pahlawan”

By : Ahmat Sultoni, S.Pd I

Penulis adalah Staff Pengajar di MTs Negeri Liwa.

1 Comment (+add yours?)

  1. Anonymous
    Nov 14, 2014 @ 12:31:15

    merdeka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: